Kamis, 21 Maret 2013

NAMA : RIKA NPM : 106212315 KELAS : 6 E TUGAS : SEMANTIK RALASI MAKNA TENTANG ANTONIMI DAN OPOSISI, OPOSISI MUTLAK.



RELASI MAKNA
            Dalam setiap bahasa, termasuk bahasa Indonesia, seringkali kita temui adanya hubungan kemaknaan atau relasi semantik  antara sebuah kata atau satuan bahasa lainnya lagi. Hubungan atau relasi kemaknaan ini mungkin menyangkut hal :
  1. kesamaan makna ( sinonimi ),
  2.  kebalikan makna ( antonim ),
  3.  kegandaan makna ( hiponimi ),
  4.  kelainan makna ( homonimi ),
  5.  kelebihan makna ( redundansi ), dan
  6.  bermakna ganda ( ambiguitas ).
ANTONIMI DAN OPOSISI
Ada beberapa pengertian tentang antonimi 
  1. Kata antonim berasal dari kata Yunani kuno, yaitu onoma yang artinya ‘ nama ‘ dan anti yang artinya ‘ melawan ‘ . Maka secara harfiah antonim berarti ‘ nama lain untuk benda lain pula. Secara semantik , Verhaar ( 1978 ) mendefenisikan sebagai : Ungkapan ( biasanya berupa kata, tetapi dapat pula dalam bentuk frase atau kalimat ) yang maknanya dianggap kebalikan dari makna ungkapan lain.
                          Contoh :
                          Kata bagus berantonim dengan kata buruk, maka kata buruk juga berantonim dengan  kata bagus.
                         

2. Antonim adalah lawan kata
            Namun fonem / a / tidak berlawanan dengan fonem / i /
Kata baik berlawanan dengan buruk, tetapi yang berlawanan adalah maknanya.
Sama halnya kata yang bersisonim, kata yang berantonim pun tidak mutlak berlawanan. Menurut Verhaar melalui sinaga ( 2009 : 80 )  kata putih tidak berlawanan dengan kata hitam.  Sebab kata putih juga berlawanan dengan kata kuning dan sebagainya. Verhaar menggantikan kata antonim dengan kata oposisi sehingga mencakup pengertian betul- betul berlawanan sampai yang hanya berisfat kebalikan seperti kata putih diatas.
3. Menurut Keraf  ( 2009 : 39 ) Istilah antonim dipakai untuk menyatakan’ lawan makna’
Sedangkan kata yang berlawanan disebut antonim. Seringkali antonim dianggap sebagai lawan  kata dari sinonim , namun anggapan itu sangat menyesatkan. Antonimi adalah relasi antar makna tang wujud logisnya sangat berbeda atau bertentang :
Contoh :
  1. Benci – cinta
  2. Panas – dingin
  3. Timur – barat
  4. Suami – istri
Berdasarkan sifatnya oposisi dibagi menjadi lima macam
  1. Oposisi Mutlak
  2. Oposisi Kutub
  3. Oposisi Hubungan
  4. Oposisi Hierarkial
  5. Oposisi Majemuk
Dalam pembahasan ini menjelaskan tentang oposisi mutlak
  1. Oposisi mutlak  : oposisi secara mutlak hanya pada kata , misalnya hidup dan mati, antara hidup dan mati terdapat batas yang mutlak sebab sesuatu yang hidup tentu tidak ( belum ) mati, sedangkan sesuatu yang mati tentu sudah tidk hidup lagi. Ciri oposisi ini adalah penyangkalan terhadap kata yang satu dengan kata yang satu dengan kata yang lain. Contoh Kondisi sekarang antara hidup dan mati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar